Disertasi HM Slamet Warsito, MBR Juga Berhak Mendapatkan KPR

0
71
Dr. Ir. HM. Slamet warsito,MT,MRE- bersama-saudara-di-rumah-kediamannya
Dr. Ir. HM. Slamet warsito,MT,MRE- bersama-saudara-di-rumah-kediamannya

Kabarpati.com, Sabtu, 01 September 2018

Baru – baru ini salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Pati Dr. Ir. HM.Slamet Warsito MT, MRE  atau yang biasa dikenal dengan ‘Mas Slamet’ baru saja menyelesaikan program Doktoralnya di bidang Teknik Sipil Universitas Diponegoro.

Berlatar belakang dari keluarga yang sederhana anak kedua dari tiga bersaudara ini, Dr. Ir. HM.Slamet Warsito MT, MRE memang sangat semangat untuk mengejar ilmu walaupun di usia yang bisa di kata tidak muda lagi, tetapi kegigihannya dalam mencari ilmu diharapkan bisa memberi contoh pada generasi muda untuk menuntut ilmu setinggi tingginya.

Mas Slamet sapaan beliau saat ditemui awak media kabarpati di kediamannya kamis (29/08/2018) menerangkan bahwa” menuntut ilmu setinggi tingginya adalah cita cita saya dari sejak kecil, sehingga saya berucap syukur allhamdulillah dapat menyelesaikan program Doktor  saya di bidang Teknik Sipil dengan predikat sangat memuaskan walaupun banyak kendala yang harus dilalui.” Ucap beliau.

Ditanya tentang mengapa beliau mengambil judul disertasi tentang ‘Pengembangan Kebijakan Pembangunan Rumah Sederhana Untuk Mendorong Minat Developer dan Memenuhi Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah’ Mas Slamet menerangkan bahwa disertasi itu dipilihnya karena rasa keprihatinannya melihat susahnya masyarakat lapisan bawah yang berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sederhana yang layak huni.

“Disertasi ini saya pilih karena rasa prihatin saya  melihat  banyaknya masyarakat berpenghasilan rendah untuk sekedar memiliki rumah sederhana layak huni. Hal tersebut akibat beberapa kebijakan seperti tingginya bunga dan uang muka Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).” Ungkap Slamet Warsito.

“Selain itu juga ada  beberapa persyaratan untuk mendapatkan KPR salah satunya adalah  mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP).” “Selain itu pengenaan pajak bphtp terhadap MBR membuat banyak pemohon KPR dari kalangan MBR ditolak lembaga keuangan.” Ungkap Mas Slamet.

“Untuk itu saya berharap melalui disertasi saya tersebut bisa menjadi salah satu masukan kepada  pemerintah untuk merumuskan kebijakan pelaksanaan rumah sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa memiliki rumah dan mengangsur KPR sesuai dengan kemampuan mereka.” Harap Dr. Ir. HM.Slamet Warsito MT, MRE.

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini