Giat Sosialisasi Advokasi dan KIE Beri Edukasi Maksimal untuk Masyarakat

0
37
Kegiatan Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Mitra Kerja BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Anggota DPR RI Komisi IX H. IMAM SUROSO, S.H, S.Sos, M.M di awal tahun 2019
Kegiatan Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Mitra Kerja BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Anggota DPR RI Komisi IX H. IMAM SUROSO, S.H, S.Sos, M.M di awal tahun 2019

PATI – Kegiatan Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) bersama Mitra Kerja BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Anggota DPR RI Komisi IX H. IMAM SUROSO, S.H, S.Sos, M.M di awal tahun 2019 ini terus digelar. Pada Senin (04/3), kegiatan berlangsung di RM. Sapto Renggo Baru Jl. Pati-Kudus Km 4 Desa Badegan Kecamatan Margorejo.

Hadir dalam acara itu, kepala dinas sosial kab. pati dr. Subawi, M.M, BPKP Prov Jateng S. Budi Wasono, TP4D Prov Jateng Bambang Tejo, S.H, BKKBN Prov Jateng G. Sarmini, SE, M.M, Muspika Kecamatan Margorejo dan Para perseta / Undangan

Adapun jumlah peserta di lokasi ini sebanyak 100 orang. Mereka terlihat sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para narasumber yang memberikan materi soal pentingnya mengatur jarak kehamilan, mengatur jumlah kehamilan serta upaya untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang terbaik.

Sementara itu perwakilan BKKBN Prov Jateng G. Sarmini berpesan agar masyarakat tidak menikah di usia dini. “Harus diupayakan agar jangan sampai anak yang menikah di usia 18 tahun ke bawah, karena masih berstatus anak anak. Menikahlah minimal di usia 21 tahun. Kita jadikan nol menikah muda ini ya,” jelasnya

Selain itu, ia mengajak pasangan suami istri agar merencanakan kehamilan. Karena kehamilan yang terencana akan jauh lebih baik untuk keluarga. Mulai dari pemberian ASI yang optimal, hingga kesehatan ibu dan bayi yang terjaga.

Sedangkan Anggota Komisi IX DPR RI H. IMAM SUROSO, S.H, S.Sos, M.M dalam arahannya mengatakan, luas pulau yang menjadi tempat tinggal tidak pernah bertambah, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Karena itulah BKKBN mengatur jumlah pertumbuhan penduduk ini.“ Kita perlu Kampung KB. Kampung KB ini bertugas memberikan penjelasan dan edukasi tentang pengaturan kelahiran dan lain sebagainya,” katanya.

Mbah Roso mengajak para remaja untuk tidak menikah di usia dini. Karena dampak buruknya banyak dirasakan oleh masyarakat. Misalnya anak remaja cenderung belum bisa mendidik anak. Dari segi kesehatan juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.

“Kenapa saya datang bersama BKKBN? karena ini tugas konstitusi saya. Saya tidak mau masyarakat tidak tahu bagaimana pengaturan pertumbuhan penduduk. Kita ingin kampung ini menjadi Kampung KB teladan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Mbah Roso Di akhir acara, masyarakat dimanjakan dengan aneka doorprize barang-barang elektronik. Bagi peserta yang beruntung, mereka mendapatkan undian barang elektronik seperti magic jar, kipas angin, kompor gas, oven, rice cooker dan lainnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini