Go-Leh Tingkatkan Penjualan Omset UMKM

0
69
Rekso Suhartono berkaos putih bersama dengan paguyuban makanan kering pati
Rekso Suhartono berkaos putih bersama dengan paguyuban makanan kering pati
Di acara Festival Kuliner dan Ekonomi Kreatif
Di acara Festival Kuliner dan Ekonomi Kreatif

Kabarpati.com, Minggu, 05 Agustus 2018

Aplikasi Gowo Oleh-Oleh yang disingkat Go-Leh yang diterbitkan oleh Pemkab Pati melalui Dinas Perdagangan dan Perindustian (Disdagperin) mampu tingkatkan omset penjualan UMKM sebesar 20 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rekso Suhartono, Kepala Bidang Perdangan Disdagperin Kabupaten Pati disela-sela acara Festival Kuliner dan Produk Ekonomi Kreatif di alun-alun Pati kemarin.

“Sampai saat ini sekitar beberapa minggu peluncuran aplikasi pemasaran online berbasis mobile atau androit mampu mendongkak omset penjualan UMKM sebanyak 20 persen dari omset biasanya.” Ungkap Rekso Suhartono.

“Beberapa pelaku UMKM diantaranya Batik Arimbi mendapat orderan diri tangerang dan Jakarta barat. Beberapa produk makanan ringan kita juga mendapat pemesanan dari pemalang. Bahkan sambal dan trasi pelaku UMKM kita juga dapat pesanan dari Kalimantan.” Ungkapnya.

Ditanya tentang cara penggunaan aplikasi Go-Leh, Rekso Suhartono menjelaskan “Sangat mudah menggunakan aplikasi ini, kita tinggal masuk di Google Play kemudian cari aplikasi Go-Leh di pencarian google play, download, pasang, buka. Disana ada produk-produk UMKM binaan kita, silahkan pilih dan langsung memesan dan menghubungi produsennya. Dengan menghubungi langsung ke produsen tentunya harga akan lebih murah.” Jelas Rekso.

Lebih lanjut Rekso Suhartono juga menjelaskan bahwa Selain pemasaran online pihaknya menggandeng mitra usaha untuk co branding dan pelatihan.

“Selain dengan aplikasi Go-leh, untuk meningkatkan kuwalitas, daya saing dan pemasaran kita juga menggandeng mitra usaha seperti Bogasari, Indomarco, Toko Grosir Rudi, Ngagul, Kantor Pos dan APTRI. Bogasari dan Indomarco memberikan harga khusus untuk pelaku UMKM yang kita bina dengan menerbitkan ID Card atau kartu anggota, sehingga dapat menekan biaya produksi. Selain itu mereka juga memberikan pelatihan gratis kepada para pelaku UMKM khususnya para pelaku usaha makanan ringan.

Sementara itu Wahyu Pramono, Ketua Asosiasi Paguyuban Makanan Ringan Kabupaten yang juga ditemuai di sela-sela acara Festival Kuliner dan Produk Ekonomi Kereatif mengungkapkan bahwa saat ini dirinya dan para pengusaha UMKM khususya dibidang makanan ringan sangat terbantu dengan aplikasi Go-Leh serta hal-hal yang sudah dilakukan oleh pemkab khususnya Disdagperin.

“Saya sangat terbantu dengan berbagai hal yang selama ini telah dilakukan oleh Disdagperin. Selain Go-Leh, produk kita juga bisa masuk di toko-toko modern, bahkan produk kami sampai di toko modern di Semarang.” Ungkap Wahyu Pramono.

Ditanya tentang kendala yang dihadapi dalam dunia usaha dirinya mengaku tidak ada masalah berarti. “Kalau kendala, sampai saat ini tidak ada kendala berarti, paling persaingan dengan competitor saja. Untuk masalah itu sendiri tinggal kreatifitas kita menyikapi.” Ungkap Wahyu Pramono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini