Kicau Mania Demo, Permen KLH No.20 Dinilai Membunuh Pecinta Burung

0
77

Kabarpati.com, selasa 14 agustus 2018

Menolak Peraturan Mentri (Permen) LHK nomor 20 tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. ratusan masyarakat pati pecinta burung kicau mania jenis murai batu menggelar aksi damai 148 di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Kicau mania kabupaten pati menolak permen 20 karena tidak melihat kajian ilmiahnya sehinga beberapa burung yang berhasil di tangkarkan masih di lindungi sudah bayak di produksi dan melimpah. Dapak dari isi permen bisa mematikan seluruh lapisan kicau mania dari mulai pedagang burung, penjual sangkar, penjual pakan, peternak kroto dan cancing dll, sangat berdapak memberikan efek domino, termasuk gantangan akan menjadi sepi karena hiburan masyarakat itu yang paling dekat paling sederhana kita bermain kicau karena tidak melanggar hukum. Ungkap korlap yuda

Masih kata yuda korlap kicau mania yang kami sesalkan adalah lampirkan tambahan permen yang menambahkan banyak jenis burung yang ada di masyarakat yaitu cucak ijo, murai batu, jalak turen, glatik jawa, kenari gunung, pleci yang tidak boleh di tangkar. Padahal beberapa burung ditangkarkan banyak sekali dan produksi melimpah. Sehingga komunitas kicau mania jelas akan menolak permen. Tandasnya

Dalam aksi tersebut mereka menyebut kebijakan yang ada dalam permen LHK nomor 20 tahun 2018 melalui Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDA) mematikan ekonomi para pecinta burung kicau mania di kabupaten Pati. ” Tolak Permen 20 tahun 2018, disebut akan mematikan ekonomi para pecinta burung kicau mania yang telah dibangun mata rantainya” tegas korlap yuda

Masih kata Yuda lahirnya Permen Nomor 20 tahun 2018 akan mempengaruhi pada perputaran ekonomi, banyaknya burung kicau yang ditangkar dan di pelihara bisa mengangkat ekonomi masyarakat Pati. ” Kami merespon bahwa pemerintahan tidak mendukung ekonomi kerakyatan, apabila permen Nomor 20 tahun 2018 tidak di hapus, maka masyarakat akan berbenturan pada program tersebut.

“Secara tidak langsung kami ikut serta dalam mensukseskan program pemerintah, meskipun itu ada sisi bisnis, burung yang dipeliharan ini tidak dikonsumsi,” ungkapnya

Aksi penolakan Permen 20 tahun 2018 yang dilakukan serentak di Indonesia itu sebagai bentuk penolakan pecinta burung kicau secara keseluruhan. Dilakukan di depan kantor DPRD Pati aksi tersebut dipantau langsung oleh Kapolres Pati Uri Maryanti istiwidayati dan di kawal 30 personel dari kepolisian pukul 09.00 sd 12.00 wib

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini