Pameran Keris dan Tosan Aji Dalam Rangka Menyambut Hari Jadi Ke-696 Kabupaten Pati

0
30

Kabarpati.com/Jum’at 2 Agustus 2019

Sebagai runtutan dalam acara menyambut peringatan Hari Jadi ke 696 Kabupaten Pati, Kanigoro Pati bekerjasama dengan Pemkab Pati ikut menyelenggarakan pameran dan bursa Tosan Aji 2019 yang dilaksanakan di Aula Gedung Juang 45 Pati pada Jumat (2/8/2019).

Bupati Pati Haryanto yang hadir bersama Wakilnya mengatakan,” pameran ini merupakan media edukasi ke masyarakat bahwa keris merupakan bagian dari seni dan budaya.Ada masyarakat yang beranggapan bahwa memiliki keris itu perbuatan syirik. Menurut saya itu tidak benar. Sebab, keris untuk kesyirikan dan keris yang dipamerkan di sini penggunaannya berbeda,” ucap Bupati.

Oleh karena itu, ia merespons baik terselenggaranya kegiatan pameran ini. Sebab, dengan ditampilkannya ribuan keris ini, masyarakat akan mengetahui berbagai jenis, macam, dan manfaatnya.

“Dari berbagai keris yang dipamerkan, ada yang memang asli buatan para leluhur, ada juga yang replika. Misal keris rambut pinutung. Itu, kan, banyak orang belum tahu seperti apa. Itu kan pamornya potongan rambut. Kemudian, kuluk kanigoro bagaimana, itu kalau orang tidak tahu, kan, dikiranya besar sekali,” tegasnya.

Bagi Haryanto, keris adalah pusaka bernilai tinggi yang dimiliki para pemimpin di tanah Jawa.

“Raja-raja zaman dulu sudah pasti mempunyai keris yang kebermanfaatannya tidak kasat mata. Para kepala daerah pun mempunyai, meskipun memang tidak disebarluaskan. Semua itu merupakan bentuk kerahasiaan, sebab tidak mungkin hal semacam itu diberitahukan secara gamblang kepada masyarakat umum, “ungkap Bupati.

Sementara Arifin sebagai ketua panitia Kanigoro Pati mengatakan bahwa acara dengan tema Goegah Keris Pati ini, bertujuan memperkenalkan budaya Tosan Aji kepada masyarakat agar masyarakat mengerti dan memahami seperti apa Tosan Aji.

“Selain itu, agar masyarakat tidak memiliki persepsi negatif terkait dengan keris. Bahwa sebenarnya keris itu logis dan nalar,
Ia menyebut, pemahaman yang diberikan kepada masyarakat ialah keris itu sesuatu yang tidak menakutkan, seni, tradisi, falsafat serta simbolisme. “Bahkan, menegaskan bahwa keris mendapat pengakuan dari PBB dan UNESCO, tidak ada di negara lain”, Pungkas Arifin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini