Prawata “BUMI KASULTANAN BINTARA”

0
98

Kabarpati.com, Sabtu 04 Agustus 2018

Para penggiat sejarah kabupaten Pati dan Jogja mengikuti kegiatan diskusi yang diberinama ” prawata pusat pemerintahan kasultanan Bintara ” diadakan di desa prawata kecamatan Sukolilo kabupaten Pati pada hari Jumat 03 Agustus 2018

Acara yang berlangsung dari pagi hingga malam di awali dari napak tilas tempat bersejarah di prawata, identisifikasi situs lalu di akhiri puncak acaranya pada diskusi sejarah dengan warga desa prawata dan pegiat sejarah lainya

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari pemerintah desa prawata kecamatan sukolilo kabupaten pati serta dukungan dari berbagai lintas komunitas, di antaranya adalah ANSOR, BANSER, PMII, GUSDURIAN dan INPAS

Dalam forum diskusi berlangsung narasumber ali menceritakan banyak temuan situs di daerah tersebut di antaranya adalah situs lingga yoni, masjid kambang, gapuro sawah, makam cinde amoh dan dari beberapa tutur serta literasi hampir kesemuanya mengarah kepada prawata bagian dari pusat pemerintah bintara dimana pada waktu itu demak merupakan daerah rawa, jadi tidak mungkin pusat suatu pemerintahan kasultanan berada di tengah-tengah rawa. Apalagi hingga hari ini banyak ilmuwan yang belum mengetahui bekas titik kraton demak.

Menurut salah satu anggota dari komunitas arga kencana Aan Wijaya mengatakan ” diskusi sejarah semacam ini sangat bagus untuk menanamkan nasionalisme dan patriotisme dijiwa anak-anak muda jaman sekarang. Seperti kutipan dari Sun Tzu dalam The Art of War “bahwa untuk menghancurkan bangsa yang besar tidak dengan mengirimkan pasukan perang, tetapi dengan cara menghapus pengetahuan mereka atas kejayaan para pahlawan atau leluhurnya maka mereka akan hancur dengan sendirinya”. Sudah dapat terlihat dari fenomena generasi muda saat ini dimana pengetahuan terhadap sejarah kurang diminati, bahkan ada sebagian yang mengenal nama-nama pahlawan hanya sebatas diketahui sebagai nama jalan saja tidak lebih dari itu ” ungakpnya

Sinun selaku narasumber kedua dari forum tersebut mengungkapkan bahwa daerah prawata merupakan daerah tua dan melewati berbagai peradaban zaman baik pra majapahit hingga zaman kolonial. Dimana jika di lihat dari sisi geografisnya Prawata merupakan tempat strategis untuk menyusun pemerintahan pada waktu itu. Maka riset mengenai sejarah prawata harus dengan multi disiplin ilmu, baik dari sejarah tutur, naskah, situs, artefak, geografi, budaya masyarakat harus di identisifikasi satu persatu hingga menemukan kesimpulan yang mendekati sejarah yang sebenarnya.” Pungkasnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini