SI GARDA SIAP TANGGAP DARURAT

0
337

Kabarpati.com, Selasa, 24 Juli 2018

Demi melayani kesehatan masyarakat lebih maksimal, Dinas Kesehatan kabupaten Pati launching Jejaring Komunikasi Siaga Sahabat Gawat Darurat (Jejak Si Garda) dengan Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Edi Sulistyo dan diikuti oleh 29 puskesmas se-Kabupaten Pati, perwakilan dari Kodim 0718 Pati, Polres Pati, direktur-direktur rumah sakit swasta, serta para camat se-kabupaten Pati di halaman kantor Dinas Kesehatan.

Dalam sambutannya Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr. Edi Sulistyo mengatakan bahwa program ini diharapkan dapat memudahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Jejak Si Garda ini diharapkan dapat mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat terkait kegawatdaruratan sebelum ke rumah sakit. Walau sebenarnya masih ada beberapa kekurangan terutama dalam memenuhi kebutuhan tenaga sehingga dalam hal ini pihaknya akan berkoordinasi dengan puskesmas dan RSUD Soewondo Pati.

Ketua Panitia kegiatan dr. Aviani Tritanti mengungkapkan bahwa program Jejak Si Garda untuk tingkat nasional sebenarnya telah ada sejak tahun 2016 di tingkat nasional, namun kabupaten Pati baru dilaksanakan pada tahun ini.

“Sebenarnya ditingkat nasional program ini sudah ada, namun di Kabupaten Pati baru dapat melaksanakan sekarang. Kami akan menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat sampai masyarakat mengetahuinya.” Ungkap dr. Aviani Tritanti.

Lebih lanjut dr. Aviani juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan layanan Jejak Si Garda masyarakat bisa melakukan panggilan melalui call center 119 yang nantinya layanan call center 119 akan menginformasikan kepada tim Si Garda terkait kejadian gawat darurat dan akan mengirimkan tenaga medis beserta ambulance dari lokasi terdekat untuk memberikan pertolongan sebelum ke rumah sakit.

Bupati Pati H. Haryanto dalam sambutannya menyatakan mendukung program Jejak Si Garda dan berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan mudah dan baik kepada masyarakat.

“Saya selaku kepala daerah mendukung sepenuhnya program Jejak Si Garda ini. Diharapkan dengan program ini pelayanan kesehatan terhadap masyarakat akan dapat lebih mudah dan lebih baik.” Harap Bupati Haryanto.

“Untuk mendukung program ini kami telah siapkan 29 mobil ambulance dan tenaga medis yang akan langsung jemput bola ke masyarakat yang standby di puskesmas-puskesmas. Tak hanya pertolongan pertama, dengan call 119 masyarakat juga dapat mendapatkan informasi tentang ketersediaan kamar kosong rumah sakit, ketersediaan darah di PMI atau Bank Darah, info dokter dan apotek jaga.” Terang Bupati.

Terkait dengan call center, Bupati juga memberikan masukan sedianya dapat diganti dengan nomor yang lebih mudah diingat oleh masyarakat.
“Untuk call center yang 119 kalau bisa mungkin bisa dirubah dengan nomor yang lebih mudah diingat oleh masyarakat, misalkan 777. Angka tujuh atau bahasa Jawa-nya pitu memiliki makna pitulungan atau pertolongan.” Harap Bupati Haryanto.

Launching Jejak Si Garda ditandai dengan bunyi sirine dari mobil ambulance dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Haryanto yang diserahkan kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Edi Sulistiyo

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Isikan komentar anda
Masukkan nama anda disini